Trail Adventure With Offroad Motorcycle

Selasa, 01 Juni 2010

HAID vs. BACA AL-QUR'AN (bag. 1)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

"kalo wanita yg berhalangan... boleh ga baca Al Qur'an?"

gitu kira2 pertanyaan yang helmi terima dari seseorang wanita yang insya Allah Solehah. panggil saja 'Ina'.
sekedar sharing, membuka pikiran, dan kembali membuka masukan, kritikan dan hujatan... mari kita berbagi.

ada Al Qur'an ada mushaf Al Qur'an, kalo mushaf tuh fisiknya (berbentuk buku). kalo Al Qur'an tuh, smua bacaan yang ada di dalam mushaf Al Qur'an.

kalo Ina mau makan pasti baca basmalah, & basmalah itu adalah bagian dari Al Qur'an.
Ga ada pengecualian juga bagi wanita yang lagi berhalangan, trus ga boleh baca basmalah kan?.

baca Al Qur'an tuh 'diperintah' sama Allah Swt, iqra (bacalah!)

itu berlaku untuk smua, termasuk wanita yang sedang berhalangan.
kecuali ada larangan seperti "dilarang membaca ayat Al Qur'an di WC".

seandainya membaca Al Qur'an dilarang untuk wanita yang sedang berhalangan... alangkah meruginya (malangnya) para wanita yang ketika menjelang ajal tiba, trus ga boleh melafalkan laailaaha illallaah.

naudzubullahimindzalik.

jadi intinya menurut helmi, wanita yang sedang berhalangan boleh baca Al Qur'an.
yang ga boleh tuh : 'yang ga baca Al Qur'an, baik dia pria atau wanita yang [lagi/ngga] berhalangan'.



Wallahu a‘lam bis-shawab.
Kebenaran itu datangnya dari Allah, dan kesalahan itu datangnya dari diri helmi sendiri.


## 'berhalangan' = datang bulan; haid; nifas; menstruasi; menarche; dysminorhe

Tidak ada komentar: