Trail Adventure With Offroad Motorcycle

Kamis, 10 Juni 2010

HAID vs. BACA AL-QUR'AN (bag. 2)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Laa yamassahu illal muthahharuun
“tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali yang disucikan”

Mungkin pendapat yg Cumir dapet berdasarkan hadist diatas.
Ada pendapat (Nahdatul Ulama) yang bilang ga boleh menyentuh Al Qur’an dalam keadaan ngga bersuci.

Trus, knapa sampai ada perbedaan pendapat?
Karna ada sebagian yang menafsirkan dari arti kalimat tersebut, bukan dari kejadiannya terdahulu.

| bedain!: ada disucikan ; ada pula bersuci
| Muthahharuun = disucikan
| klo Mutathahharuun = bersuci

Kapan penyataan dari Allah itu muncul?
[di Lauh Mahfudz] Ketika Allah hendak mnurunkan Al Qur’an ke muka bumi, kemudian setan tidak setuju dan hendak mengambil Al Qur’an, dan Allah berkata “la yamassahu illal mutahharuun” (tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali yang disucikan)
Siapa yang dimaksud disucikan dalam artian diatas? Yang dimaksud adalah malaikat (yang ngga punya nafsu).

Berhubungan sama pertanyaan Ina waktu itu, kalo jawabannya boleh baca Al Qur’an bagi yg lagi berhalangan… apakah harus wudhu dulu? (jawabannya: tidak harus)
Bahkan Rasul pernah baca Al Qur’an dalam keadaan junub.

Trus, wanita ga boleh salat & puasa ketika sedang berhalangan, bener ga?
Nah, kalo yang ini bener. Knapa? Karna itu adalah ibadah.
Ibadah itu mengenal wajib-sunat, halal-haram. Beda halnya sama menuntut ilmu seperti baca Al Qur’an, bahkan menyentuhnya. Membaca Al Qur’an tuh termasuk menuntut ilmu. gimana kita bisa mnuntut ilmu kalo mmbukanya ga boleh?

Seandainya wanita yang berhalangan dilarang menuntut ilmu… alangkah meruginya para wanita yang sedang berhalangan, ngga bisa diskusi perio, diskusi ortho, seminar pedo… blablabla

Kewajiban menuntut ilmu ngga mngenal waktu kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun.


pesan orang tua saya: Islam itu mudah, kalo ngga mudah... bukan Islam pastinya

Tidak ada komentar: