Trail Adventure With Offroad Motorcycle

Rabu, 23 Juni 2010

Friday, 250610

Saya hanya punya setitik ilmu Al Qur’an. Saya belum menjadi muslim yang baik. Saya pernah kehilangan seseorang yang saya cintai, sebuah keyakinan yang dia tanggalkan, karna saya telah gagal menyampaikan pesan Al-Qur’an. Ini adalah perasaan bersalah yang tak akan hilang seumur hidup saya. Karna ini semua tentang saya, saya dan saya dengan kapasitas pengetahuan yang terbatas.

Allah Maha Adil. Saya dipertemukan kepada seseorang untuk mengobati kegagalan yang saya perbuat. Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan Al Qur’an, masih dengan kapasitas terbatas saya dalam mengkaji Al Qur’an. Kami berbagi mengenai keyakinan kami masing-masing, kami berdiskusi, tak ada paksaan atau perasaan tertekan selama kami berbicara. Saya sadar ini adalah ikhtiar dan tawakal dari pribadi masing-masing diri kami untuk mencari kebenaran (bukan pembenaran). Hasilnya semua adalah hidayah Allah yang menetukan ujung dari pembicaraan kami.

Jarak memisahkan kami. Bahasa adalah masalah utama dalam pembicaraan kami. Tapi kami punya tekad yang ikhlas untuk niat kami. Saya berbekal Mushaf Al Qur’an dan Alkitab begitupun sebaliknya dengan dia, saya berdo’a …semoga Allah meridhai niat kami.

Bismillah...


Genap 1 bulan, kami puas berinteraksi, berbicara untuk bertukar pikiran melalui E-mail, chatting, sms,HP, fb, tanpa pernah bertatap muka sekalipun (sampai tulisan ini dibuat).

Saya tidak bisa melihat sebuah hidayah itu berbentuk bulat, kotak, segitiga ataupun acak. Saya hanya bisa melihat dengan mata hati bahwa hidayah itu indah adanya.

Sekarang adalah hari-hari menyenangkan untuk berbagi cara membaca Al Qur’an, minggu ini adalah minggu juzz amma jilid 1. Saya tak kuasa menahan genangan air mata ketika dia melafalkan huruf mulai dari ‘alif’ sampai ‘ya’ yang sempat tertahan di huruf ‘kaf’ karena dia lupa dengan urutannya. “jangan kamu menertawakan aku, aku lupa huruf setelah ‘kaf’ apa itu namanya?” , gerutunya sambil malu.

Minggu ini pun adalah minggu Shalat, Bahasa Indonesia dan tentunya Jilbab.

“Aku tidak boleh memakai pakaian seksi lagi sekarang?”

“heh????!!”

“Tidak apa-apa, aku bisa”

“ok, kita omongin yg laen aja sekarang!!!”




......................................................................
“Aku sudah hafal gerakan dan bacaan shalat, aku sudah pintar membuat pesan dengan bahasa Indonesia walaupun masih tidak baik bicaranya, aku sudah bisa baca ayat Al Qur’an satu baris walaupun lama membacanya. Apa yang harus aku pelajari lagi?” katanya sambil berapi-api.

“Aku sudah menjadi warga negara Indonesia sekarang, paman ku yang mengurus semuanya…horray…”

“Aku sekarang sudah di Indonesia, di Sumatera”


“Hel**, sekarang hari apa? aku sudah tidak sabar menunggu hari Jum’at, kenapa begitu lama sekali hari Jumat?”



[untuk sodari **** yang akan bersyahadat di sebuah Masjid di Jambi hari Jum’at, 25 Juni 2010 ba'da Isya. Maafkan saya hanya bisa berdo’a dan hanya mendengar lantunan syahadat dari handphone nanti]





.................................................................................................
“Nanti aku pergi ke Bandung, aku akan tagih janji…minggu Garut dan Bahasa Sunda…hahaha” , ****

“Ok, nanti saya kenalin kamu juga ma temen kuliah saya juga di Bandung yang sekampung ma kamu…namanya Kim Yong Pyo…ahahaha”

”ok…”

“kamu kalo ngomong kaya Cinta Laura”

“hah? Siapa lagi itu?”

“oh, ngga. Itu tetangga saya di Garut”

“oh…”


PS: Cinta Laura bukan org Garut


Bandung, Friday 230610

Tidak ada komentar: